Sang
Datuk
Oleh:
Adya Pramudita
Hutan ribuan hektar ini menelanku, memerangkap diriku
menjadi liliput yang tidak berarti. Aroma tanah basah dan lembab tercium
sepanjang jalan, gesekan dedaunan terdengar seperti koor yang melagukan
lirik-lirik pilu.
Sudah dua pekan aku berada di tengah hutan Sumatra, pada garis batas Jambi dan
Sumatra Barat. Di dalam sini, batas itu raib, tidak tampak garis seperti di
dalam peta. Untuk itu pula aku dikirim datang ke sini. Untuk menghilangkan
batas-batas, untuk membungkam suara-suara.








