Monday, August 21, 2017

Jerawat Hormon, Apa Itu?

Assalammu’alaikum pretty ladies..


Beberapa bulan belakangan ini hampir setiap dua minggu sekali muncul jerawat diwajah aku. Bukan bentuk jerawat yang seperti beruntus, tetapi lebih seperti jerawat yang besar, meradang, nyeri, dan terdapat bayangan nanah didalamnya. Aku harus menahan diri untuk tidak memencet jerawat karena khawatir nanti akan membentuk bekas kehitaman pada wajah. Anehnya jerawat yang muncul selalu ditempat yang sama. Kalo ngga disamping kanan dan kiri hidung, dipinggir pipi, dan dagu. Padahal menurut aku, aku sudah berusaha menjaga kebersihan wajah dengan selalu membersihkan wajah sebelum tidur. Aku juga sedang tidak mencoba produk perawatan wajah atau kosmetik baru yang mungkin beberapa kandungannya tidak cocok diwajah aku dan menyebabkan timbulnya jerawat. Terus terang munculnya jerawat ini membuat aku tidak percaya diri dan kesel karena ko jerawatnya muncul lagi dan muncul lagi sih?



Selain munculnya jerawat yang super nyebelin ini, siklus menstruasi aku juga jadi berubah. Kalau biasanya siklus menstruasi aku berlangsung selama 30 hari, sekarang siklus menstruasi aku berlangsung selama 15 hari. Lebih cepat daripada biasanya. Baru aja beberapa hari selesai menstruasi dan solat, eh sudah menstruasi lagi. Bahkan bulan Ramadhan tahun ini saja aku hanya puasa sebanyak 20 hari karena terpotong dua kali siklus menstruasi. Dan jerawat selalu muncul 3-5 hari sebelum menstruasi.



Awalnya aku ngga terlalu khawatir dengan munculnya jerawat dan perubahan siklus menstruasi yang aku alami. Tetapi karena sudah berjalan beberapa bulan dan tidak ada perubahan, aku akhirnya berkonsultasi dengan dokter obgyn atau dokter spesialis kandungan. Kedengerannya aneh sih ya, ko jerawat konsulnya ke dokter obgyn. Aku memutuskan untuk konsultasi ke dokter obgyn karena aku curiga ada hubungannya antara perubahan siklus mentsruasi yang aku alami dengan munculnya jerawat.

Jreng jreengg setelah aku konsul ke dokter obgyn, dokter menyimpulkan bahwa perubahan siklus menstruasi dan jerawat yang aku alami bisa dikarenakan ketidakseimbangan hormon yang ada didalam tubuh aku. Perubahan hormon inilah yang menyebabkan siklus menstruasi memendek menjadi 15 hari dan memicu timbulnya jerawat.

Tadinya aku agak bingung karena ko bisa ya terjadi ketidakseimbangan hormon didalam tubuh aku. Dokter menjelaskan bahwa kenaikan berat badan atau sering mengkonsumsi makanan minuman yang mengandung glukosa tinggi juga dapat menyebabkan perubahan hormon. Zrttt aku langsung inget. Kan berat badan aku naik sekitar 5 kilogram dari sebelumnya, mungkin ini yang menyebabkan ketidakseimbangan hormon didalam tubuh aku.


Perempuan juga mempunyai hormon laki-laki yaitu hormon testoteron yang lebih sering disebut dengan hormon androgen atau hormon kelaki-lakian.  Pada perempuan, ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron serta peningkatan hormon androgen dapat menyebabkan beberapa gangguan seperti perubahan siklus menstruasi seperti yang aku alami, pertumbuhan rambut halus diwajah, keluarnya minyak berlebih pada wajah serta jerawat.

Peningkatan hormon adrogen akan menyebabkan minyak wajah atau sebum keluar secara berlebihan. Sebum akan menutup pori-pori wajah dan membuat peradangan kecil. Muncul bakteri Propionilbacterium acnes pada pori-pori yang tersumbat kemudian muncullah jerawat.
Untuk itu dokter menyarankan aku untuk mulai merubah gaya hidup dengan cara mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang mempunyai kadar gula yang tinggi. Karena kadar gula yang tinggi akan merangsang indung telur atau ovarium untuk mengeluarkan hormon androgen pada kulit dan menyebabkan timbulnya jerawat.


Dokter juga menyarankan aku untuk rutin berolahraga. Karena hormon androgen melekat pada lemak, menghancurkan lemak dengan cara berolahraga merupakan salah satu cara untuk mengurangi jerawat yang disebabkan karena peningkatan hormon androgen.


Selain itu dokter juga menyarankan aku untuk mengkonsumsi obat hormon untuk menyeimbangkan ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron serta menurunkan hormon androgen, seperti pil Diane-35 yang mengandung Cyproterone acetate dan Ethinylestradiol. Kedua kandungan ini berfungsi untuk menekan produksi hormon androgen dan mengatur siklus menstruasi. Penekanan hormon androgen ini akan membantu mengurangi keluarnya kadar minyak berlebih pada wajah dan membantu mengurangi timbulnya jerawat.



Jerawat karena ketidakseimbangan hormon selain harus diterapi dengan obat untuk menyeimbangkan hormon juga harus dibarengi dengan pemberian antiobiotik oles pada jerawat tersebut untuk memberikan hasil yang maksimal.



Oh iya pil Diane-35 ini selain bermanfaat untuk mengurangi timbulnya jerawat karena hormon, juga mempunya manfaat sebagai kontrasepsi. Dan untuk perempuan yang belum menikah seperti aku, tetap diperbolehkan untuk meminum pil Diane-35 ini, tentunya dengan berkonsultasi dan rekomendasi dari dokter.

Aku juga bertanya kepada dokter, perbedaan mendasar jerawat yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon dengan jerawat yang disebabkan karena hal lainnya. Secara keseluruhan, jerawat karena ketidakseimbangan hormon mempunyai ciri – ciri sebagai berikut :

  • Waktu munculnya jerawat selalu sama. Misalnya jerawat selalu muncul beberapa hari sebelum menstruasi.
  • Lokasi jerawat yang selalu sama. Biasanya jerawat karena ketidakseimbangan hormon muncul pada bagian samping hidung, samping pipi, dan dagu.
  • Jerawat yang timbul biasanya berupa pustul ; yaitu jerawat yang meradang, terlihat kemerahan, nyeri, dan terdapat bayangan nanah didalamnya.
  • Kenaikan atau penurunan berat badan berbanding lurus dengan timbulnya jerawat.
  • Biasanya jerawat sukar hilang walaupun sudah menggunakan berbagai perawatan wajah untuk jerawat.
Nah buat pretty ladies yang mempunyai masalah dengan jerawat, misalnya ko jerawatnya muncul terus padahal sudah menjaga kebersihan wajah dan menggunakan berbagai macam produk perawatan wajah anti-jerawat, aku sarankan untuk mencoba konsultasi ke dokter obgyn dan melakukan pemeriksaan hormon untuk melihat apakah jerawat yang timbul disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon.


Semoga post aku kali ini bermanfaat ya buat pretty ladies untuk lebih mengetahui lagi apakah jerawat yang timbul akibat ketidakseimbangan hormon pada tubuh serta bagaimana cara mengatasinya. Sampai ketemu lagi dipost aku selanjutnya ya ^^  


6 comments:

  1. Halo Manda. Like this banget deh tulisannya. Kalau aku sih rentan berjerawat karena hormonku yg kebanyakkan hormon laki2. Testoteron ya? sampe muncul jenggot segala,grrr..

    Manda, gimana doong ini? bulan ini aku konsumsi syclidon selama 2 minggu karena jerawatku kambuhnya luar biasa. Antibiotik itu yg terakhir dokter kulitku resepkan sih. Alhamdulillah jerawatnya turun dan mulus lagi. Aku kok gak kepikiran ke dokter obgyn ya? hehehe :D

    ReplyDelete
  2. Jadi patut curiga ya sama ketidakseimbangan hormon ketika jerawat tetap muncul padahal udah rajin cuci muka.

    ReplyDelete
  3. Aku! Aku! Akuuu >.<
    Di sebelah kanan hidungku juga habis ada jerawat besar, biasanya jerawat hilang dalam hitungan hari (aku bukan tipe kulit berjerawat), tapi yang ini lamaaa. Untungnya sih sekarang sudah hilang, tapi tumben-tumbenan nih berbekas banget padahal gak dipencet :( Gimana ya kak Manda cara hilangin bekasnya?

    www.vidazenitha.co.id

    ReplyDelete
  4. Aku jugaa, di kening terus ga berenti-berenti tumbuh, ada lagi ada lagi huhuu. Kayaknya mesti kurangin gula deh ㅠㅡㅠ thank you infonya kak! ^^



    Hani02.blogspot.com

    ReplyDelete
  5. ka mandaaa sama banget jerawat muncul kalo ga kanan hidung ya kiri T.T terus ciri cirinya sama kayak yg ka manda sebutin selalu muncul ditempat yang sama... dan lama banget ilangnya sampe sekarang udah mau 2 minggu engga ilang2 TT. Thankyou kak manda infonya...

    http://www.lianaeka.com

    ReplyDelete
  6. Aku juga kaya gini :(
    Kayanya perlu konsul ke dokter emang

    ReplyDelete

Terimakasih banyak pretty ladies untuk komentarnya :*